Libur panjang akhir tahun di pangkas, Pelaku usaha gigit jari.

Akibat pandemi hampir 10 bulan melanda objek wisata terkenal imbasnya.

Kabarnewsone. Jakarta. Asosiasi hotel dan hiburan malam, mengeluhkan sikap pemerintah yang memangkas liburan akhir tahun yang dinantikan setiap tahunya, Apakah ini karena pandemi. Menurut Hana, Pemerintah &Epidemiolog harus berani membuka data yang disebut sebagai klaster liburan itu apa dan dimana. Karena selama ini tidak pernah ada tracking yang melibatkan Hotel dan tempat hiburan sebagai lokasi penyebab penyebaran Covid 19.

Sudah hampir satu tahun masyarakat tertekan dengan Pandemi ini, apalagi pengusaha yang saat ini baru akan memulai lagi memutar roda ekonomi. Eh tiba- tiba pemerintah dengan entengnya menyatakan tidak ada libur panjang akhir tahun.

Padahal semua itu sudah kita siapkan hotel dan tempat hiburan itu sudah punya SOP nya sendiri mengenai protokol kesehatan, jadi kenapa harus takut? Yang takut dan khawatir justru pelaku usaha, karena pemerintah bilangnya mengijinkan buka usaha tapi pada kenyataannya tidak sedikit tempat makan&hiburan yang dirazia oleh satgas masing-masing daerah. Alhasil konsumen pun jadi segan untuk datang, bukan karena malas mengikuti protokol kesehatan tapi karena malu jika jadi viral karena dirazia petugas.

Ya sebaiknya pemerintah mempertimbangkan kembali agar perekonomian bangsa ini berputar kembali.